Dua arah

Tanpa tulisan yang elok, tanpa berpikir yang fokus, tanpa penampilan yang menawan, tanpa memandang yang elok, tanpa perilaku yang terpuji.

Menulis akan kebaikan di saat situasi baik dan sebaliknya di saat situasi sebaliknya.

Berpikir akan kebaikan di saat situasi baik dan sebaliknya di saat situasi sebaliknya.

Berpenampilan akan kebaikan di saat situasi yang baik dan sebaliknya di saat sebaliknya.

Memandang akan kebaikan di saat situasi yang baik dan sebaliknya di saat sebaliknya.

Berperilaku akan kebaikan di saat situasi yang baik dan sebaliknya di saat sebaliknya.

.

Selalu saja merenung dan melakukannya kembali.

Andai?

Andai tidak ada surga dan neraka bagai mana kehidupan ini?

Andai tidak ada hari pembebasan bagai mana kehidupan ini?

Andai tidak ada hukuman bagai mana kehidupan ini?

Andai tidak ada kitab tata cara menjalani hidup bagai mana kehidupan ini?

Andai andai andai

Seperti tidak ada aturan dalam menjalani hirup pikuk keseharian, seperti semuanya hanya khayalan akan semua peraturan dan hari pembebasan.

Segera berpikir untuk semuanya!.

Merindu

Semua pun tau saat ini dalam posisi yang salah. Salahku memang, dan semua tau.

Entah apa rasa yang sekarang ada. Apa pula posisi saat ini?

Nyaman dan menyenangkan? Semua pasti tidak akan memilih salah satu demi menginginkan keduanya.

Salah langkah ya jelas tidak akan baik untuk kedepan, tidak memilih pun akan sangat buruk di kemudian hari. Apalagi menginginkan keduanya.

Aku senang saat kita berbicara tentang rencana esok dan kelak, dan aku pula sangat nyaman membicarakan tentang pengalaman di setiap hari bersamamu.

Semoga semuanya baik baik saya. Semoga ya.

Maafkan

Malam malam sebelumnya, bintang seakan enggan menampakan keindahannya
.
Aku malu dengan yang Maha Pemberi, aku teramat sering meminta dengan harapan segera terwujud akan apapun itu.
.
Namun, di saat aku menyembahNya, aku selalu lupa akan sebuah penghormatan yang harusnya berjalan Khidmat setidaknya dengan tidak memikirkan apapun yang telah Dia jamin.
.
Maafkan aku, maafkan hambaMu yang datang di saat sedang terpuruk akan kefanaan ini. Engkau nyata adanya, hanya saja aku yang selalu sombong dengan berpura-pura tidak membutuhkanmu.

Berbeda II

Berbeda pikiran bukan berarti berbeda akan tujuan.
.
Beda kepala tentu berbeda akan pandangan, menurutmu benar belum tentu menurut orang lain.
.
Terkadang setiap orang menuntut satu frekuensi untuk sebuah pemikiran atau hal yang lainya, ah itu jelas hal yang sangat bodoh dalam hal permintaan.
.
Apa salah nya berbeda pikiran namun tetap satu tujuan?. Apakah akan sangat bahagia ketika berbeda jalan lalu bertemu di persimpangan yang sama?
.
Ah sudahlah, semoga tetap dalam jalur yang di tentukan.

Semoga

Sendiri sepi, ramai masih saja terasa sunyi.
.
Sendiri dengan bayangan diiringi dengan nyanyian detak jarum jam.
.
Sendiri dalam kefanaan dunia yang akan segera berakhir dengan di tandai banyaknya kedzaliman oleh orang-orang besar.
.
Pernahkah terpikir dalam keadaan lapar namun hanya beberapa kalimat yang dapat mengenyangkannya?.
.
Pernahkah terpikir semua berakhir dengan sangat tiba tiba sebelum kita siap?.
.
Lantas apa yang harus kita lakukan ketika kita di ciptakan di waktu yang sangat banyak peluang untuk syahid, namun di sisi lain juga cukup mudah untuk tersesat.
.
Semoga kita tetap dalam jalur yang telah di tentukan.

Yang selalu lupa

Setiap langkah tak akan selalu membenarkan, setiap lisan pun selalu tercela.
.
Apa mau di kata kelak di akhir saat ada dalam pertimbangan?, semoga semuanya memberatkan kepada hal baik.
.
Kenapa tidak lekas sadar akan semua hal baik yang selalu terlupakan?.
.
Apakah hanya musibah yang dapat mengingatkan?. Jika memang begitu, lantas musibah sebesar apa yang harus kembali di hadapkan?.

Ketenaran

Lantas apa yang aku cari dari sebuah sanjungan akan banyak hal itu?.
.
Memang benar tidak semua yang memiliki ketenaran akan melupakan akan hak dan kewajiban, namun begitu banyak peluang untuk medatangkan Mudharat.
.
Aku bisa terlalu sibuk mengejar ketenaran fana dengan melupakan apa yang seharusnya aku kejar daripada apa yang telah di haruskan.
.
Malangnya aku pun selalu lupa di saat waktu memisahkan itu tiba tidak akan membisikan kapan waktu itu datang.
.
Bodohnya aku setelah membaca artikel yang berjudul “100 hari tanda tanda datangnya kematian” sehingga aku menunggu tanda tanda tersebut dan dengan santainya aku malah menunda bekal di hari abadi?. Namun apakah tanda tanda itu akan di rasakan semua orang?
.
Ah, sombongnya aku selalu mengingatkan orang lain akan kebaikan namun aku selalu pura pura lupa akan hal itu.

Berbeda

Seringkali menjadi sebuah perdebatan yang tak akan pernah berakhir.
.
Berbeda bukan berarti tak satu, bukan pula tak akan bersama.
.
Seringkali menjadi suatu bumerang dari satu kesatuan dan berakhir dengan perpisahan.
.
Ah, beruntung sekali mereka yang bisa menerima perbedaan. Entah apa yang mereka pikirkan sehingga bisa menerima bahkan mencintai perbedaan.

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai